CULVA LATA/LEVIS TRAGEDI MINA

Saidna Zulfiqar Bin Tahir. Secara hukum, kesalahan (Schuld) terbagi dua: kesalahan disengaja (dolus) dan kesalahan tidak disengaja/lalai (culva) – mudah-mudahan tidak salah ingat dengan penjelasan dosen ilmu hukumku dahulu-. Kesalahan yang tidak disengaja karena lalai haruslah diberi hukuman yang lebih berat dibanding orang yang berbuat kesalahan secara sengaja.

Alasannya sangat sederhana. Seseorang yang berencana membunuh temannya, pastilah membunuh seorang korban saja. Sedangkan seorang supir bis yang ngantuk mengemudikan mobilnya, akibat kelalaiannya bisa membunuh seluruh penumpang dan pejalan kaki serta orang di sekitarnya. Sehingga ia harus diberikan hukuman dan sanksi yang berat.

Jika kembali melirik Tragedi Mina, tentunya banyak kemungkinan penyebab terjadinya musibah itu. Namun dari pengalaman ketika bertugas sebagai TEMUS (Tenaga Musiman) haji, Ada beberapa hal mendasar yang perlu ditinjau ulang dan diperbaiki.

1. Para jamaah haji dari Indonesia telah terdoktrin sejak di tanah air bahwa kematiannya di tanah haram adalah syahid. Meskipun ada beberapa jamaah yang tadinya telah berniat wafat di Saudi berubah pikiran saat mengantarkan mereka ke RS King Fahd lantaran mengingat anak-anaknya dan ingin meninggal dunia dekat di sisi anak-anaknya. Sehingga meminta untuk dipulangkan lebih awal/mutasi.
2. Jamaah haji Indonesia terlalu banyak divirusi dengan hal-hal sunnah yang bersifat Afdhaliyah yang tidak termasuk rukun maupun wajib. Seperti mencium hajar aswad, arbain di madinah, melontar jamaraat ketika matahari di ubun-ubun, dll.
3. Doktrin-doktrin di atas telah merekonstruksi pola pikir jamaah haji Indonesia untuk berperilaku pembangkang dan keras kepala yang tidak logis karna tidak menghiraukan dharar atau mudharat bagi dirinya dan orang lain.

Sifat keras kepala Itu tergambarkan dari beberapa kronologis dan kejadian ketika bertugas sebagai Temus 1996, para jamaah berlomba-lomba menyiksa diri mencium hajar aswad dalam kegaduhan tindis menindis demi keafdhaliahan. Beberapa orang tua terlihat sesak napas dan pingsan. Beberapa ibu di samping saya, spontan keceplosan berkata, biarlah payudaraku di pegang-pegang asal bisa mencium hajar aswad.

Ketika bertugas di tahun 2003 bagian perumahan dan kasus, beberapa jamaah haji Indonesia memukuli petugas Temus lantaran adanya penjadwalan waktu berziarah setiap negara ke makam Rasul saw serta kekurangan satu hari arbain mereka di Madinah.

Di tahun 2005, ketika bertugas pada perumahan dan kasus yang diperbantukan di Mina, pemerintah Arab Saudi telah menentukan jadwal melontar setiap negara. Pada tahun Itu, jadwal melontar jamaah haji Indonesia adalah sore hari hingga petang. Namun yang terjadi, beberapa kloter Indonesia yang ngotot ingin melontar tepat pukul 01.00 siang. Atas perintah kadaker, saya mencoba menghalau para jamaah tersebut di terowongan. Alhasil, justru dibentak, dikatai, dan hampir dikeroyok oleh jamaah. Dari pada babak belur, terpaksa diloloskan, toh mereka telah berniat syahid di tanah haram. Tak lama kemudian, hujan lebat yang membuat Mina banjir bandang, akhirnya Kami para petugas kerepotan dari jam 3 – 7 malam sibuk mengangkat manual para jamaah haji yang pingsan bolak-balik RS, lantaran ambulans tidak bisa memasuki lokasi.

Kronologis di atas semata-mata mencerminkan beberapa karakter jamaah haji Indonesia yang berperilaku pembangkang, keras kepala dan tidak taat aturan, lalai mengabaikan keselamatan dan ketentraman beribadah diri sendiri maupun orang lain demi mengejar keafdhaliahan yang sudah terprogram di otak mereka sebelum keberangkatan ke tanah suci. Hal ini merupakan tanggung jawab ustadz, ulama, kiyai, haji, dan kelompok bimbingan haji untuk memberikan pemahaman yang benar bagi para calon jamaah haji (Tidak perlu menjadi provokator surga yang mengisukan keafdhaliahan). Sehingga ketertiban, ketaatan aturan dan kenyamanan seluruh jamaah haji dalam beribadah dapat berjalan dengan baik kelak. dan semoga para syuhada Mina diterima segala amal ibadah mereka di sisi-Nya. AMIN.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s