MADZHAB GANG MOTOR

Saidna Zulfiqar Bin Tahir. Kondisi beragama saat ini di Indonesia semakin marak layaknya Gang Motor. Ada yang menamakan diri mereka gang vespa, ada juga yang nyaman dengan moge (motor gede) sebagai mode dalam penampilan, dan sebagainya dengan ikatan kebersamaan dan persatuan menunjukkan group identity mereka, namun kadang melupakan general identity. Begitupun mungkin dalam beragama di era global ini yang penuh dengan aneka pilihan kendaraan sebagai sarana mencapai tujuan, namun terkadang lebih menonjolkan madzhab identity dibanding Islam identity secara general.

Pengertian madzhab geng motor di sini mungkin dapat didefinisikan sebagai sekumpulan orang yang memiliki kesamaan pandang (world view) tentang kebenaran dan kenyamanan bersepeda motor secara bersama-sama, baik untuk tujuan konvoi maupun touring Ilahiyah dengan sepeda motor. pengertian madzhab geng motor ini sebenarnya berawal dari sebuah kecenderungan persamaan interpretasi dalil dari beberapa orang yang kemudian mengkampanyekannya sebagai general view. Belakangan, madzhab geng motor semakin meresahkan masyarakat. Namun Ada juga sih gang Motor yang bisa memberikan pencerahan dan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.

Beberapa konvoi dari madzhab gang Motor mungkin terlalu anarkis, sehingga terkesan melecehkan gang lain. Sedihnya lagi, gang Motor lain justru terpancing emosi dan terbakar jenggot untuk saling membumihanguskan. Padahal social identity mereka adalah sama sebagai pengendara motor, baik Itu Motor kecil, besar, murah atau pun mahal. Dengan kata lain, mereka lebih menonjolkan dan mengorbankan apa saja demi group identity dibanding kesatuan pada general identity. Dan itulah yang terjadi pada madzhab gang Motor saat ini.

Ada saja perbedaan paradigma antara gang Motor NU dan Muhammadiyah setiap tahunnya tentang penentuan mulainya 1 Ramadhan dan 1 Syawal maupun dalam beberapa interpretasi. Kesemarakan Itu lebih dihangatkan lagi oleh seksinya racing gang Motor lama zaman bahela yang sudah hampir kadaluarsa dari buah bibir (Syiah-Sunni) kini semakin menguak dan mengoyak celana dalam masing-masing. Padahal semua itu masih di bawah sebuah payung yang kokoh sejak Ibrahim as hingga kerasulan Muhammad saw yang tidak terpisahkan atau terceraiberaikan sebagai Ummatan Wahidatan.

Olehnya itu, apapun madzhab gang Motor yang kita masuki, Apapun Motor yang kita kendarai, semua Itu hanyalah group identity dari general identity di bawah umbrella Islam yang harus selalu dijunjung tinggi sebagai millah Ibrahim yang hanif dalam mencapai satu tujuan dari segala bentuk ubudiyah. Piissssssssss!!!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s