AHOK PASTI MENANG?

Kemenangan itu kekalahan yang tertunda dan kekalahan itu adalah kemenangan yang juga tertunda. Kemenangan menurut kamus Merriam-Webster adalah “One that is successful especially through praiseworthy ability and hardwork”, yaitu orang yang sukses khususnya melalui kemampuan atau cara terpuji dan kerja keras. Menurut kamus Collins:”Situations are the people who have benefited from it and are in a better position than they previously were because of it”, situasi dimana seseorang itu memperoleh manfaat dan berada dalam posisi yang lebih baik dari sebelumnya. Sedangkan menurut Zig Ziglar,”Having the kind of faith that lets him know where to turn when there seems to be no place to turn” orang yang memiliki keyakinan dan membuatnya tau kemana harus berada ketika tak ada lagi tempat baginya.

Menurut Prof. Dr. Quraish Shihab bahwa kemenangan itu ada beberapa macam. Ada yang hanya menghasilkan kelezatan jasmani, seperti; makan, minum, dan seks, dan kemenangan hakiki yaitu kemenangan yang dapat mengantarkan seseorang untuk meraih nilai-nilai spiritual yang tidak bisa dipisahkan dari fitrah dan kesucian, yang mencakup tiga unsur pokok, yaitu: Keindahan, Kebenaran, dan Kebaikan. Upaya mencari kebenaran akan menghasilkan ilmu, melakukan kebaikan akan membuahkan budi, dan mengekspresikan keindahan dan estetika akan melahirkan seni. Karena itu pula, kemenangan dapat diraih melalui peperangan terhadap aneka keburukan, seperti kebodohan, kemiskinan, keserakahan, penyakit dan kezaliman.

Kemenangan hakiki menghasilkan pengakuan atas kebenaran walau pengakuan itu tidak sejalan dengan keinginan nafsu atau dorongan setan. Itu sebabnya yang kalah dinilai sebagai pemenang jika ia mengakui secara kesatria kekalahannya, karena ketika itu ia berhasil mengalahkan nafsu dan syahwatnya yang berkolusi dengan setan.

Sebaliknya, yang menang dinilai kalah jika itu diperolehnya melalui proses yang terlepas dari nilai-nilai etik dan spiritual karena ketika itu ia dikuasi oleh nafsu dan setan. Itu juga sebabnya kemenangan hakiki tidak selalu harus dikaitkan dengan hasil dan karena itu pula kegagalan dapat menjadi kemenangan yang tertunda. Ini jika yang kalah dapat mengambil pelajaran dari kegagalannya.

Dari uraian pengertian kemenangan di atas, tentunya saya, termasuk Anda juga ingin menjadi pemenang tanpa harus menunda kekalahan karena asas yang dibangun adalah keindahan, kebenaran, dan kebaikan. Andai Ahok menang, terimalah kemenangannya dan akuilah kekalahan sendiri. Andai Ahok kalah, hargailah kekalahannya dan hormatilah kemenangan sendiri. Jika tidak, maka saya dan Anda termasuk orang-orang yang hobi bertarung tanpa ada akhir dari pertarungan atau orang yang tidak menunda kekalahan ataupun tidak menunda kemenangan, melainkan sebagai orang yang rugi yang telah terdeadlock dalam koalisi setan tanpa ada celah untuk keluar. Maka bergegaslah!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s