Category Archives: Esai

BOLEH BERTATO: KONTRAK DIKSI ANTAR PRO VS KONTRA

Saidna Zulfiqar Bin-Tahir. Tato adalah seekor ikan berwarna-warni yang rasanya gurih dan lezat serta diperebutkan oleh masyarakat di kampung saya. Ia adalah mahluk laut yang sudah jelas dan pasti kehalalannya. Sedangkan tato yang hidup di badan seseorang, kelihatan indah oleh sebahagian orang,  namun tidak gurih dan lezat menurut sebagian yang lain. Sehingga muncullah perdebatpandang tanpa mengabaikan dalil oleh pihak masing-masing. Alhasil, mayoritas ulama mengharamkannya meskipun ada beberapa kalangan yang membolehkannya dengan berbagai catatan. Continue reading BOLEH BERTATO: KONTRAK DIKSI ANTAR PRO VS KONTRA

Advertisements

Dari Balik Penjara Menuju Kemenangan

Puasa pada hakikatnya adalah upaya memenjarakan segala bentuk hawa nafsu duniawi, zahiriyah dan batiniah, dengan aturan-aturan tertentu, di bulan tertentu dan pada waktu-waktu tertentu berdasarkan syara’ dengan tujuan melatih para shaaimin untuk menahan dan memanage nafsu mereka agar terbiasa terpenjara dalam khidupan sehari-hari di dunia ini. Maka berbahagialah orang-orang yang berada di penjara dunia, dimana mereka benar-benar terpenjara secara zahir batin untuk lebih meningkatkan kebiasaan dan kewaspadaan diri dalam bertindaktutur.  Continue reading Dari Balik Penjara Menuju Kemenangan

Mau dibilang Syiah kek, Sunni kek, Wahabi kek, Liberal kek, Lantas Kamu Sendiri Apa Yah?

Saidna Zulfiqar Bin Tahir. Mengapa yah? Belakangan ini kita semakin ditarik mandor ke belakang gawang. Sedikit-sedikit si Anu menuding si Ani syiah, si Ani menuding si Ina wahabi, si Ina menuding si Ono liberal. Untungnya si Ono cuman menjawab dan malas menuding, Alhamdulillah, gini-gini aku ono agama dan kepercayaan loh! dibanding sampean yang sekedar dahar or mangan taklidan buta. Gini-gini aku ngaji loh dari kakek aku, kakek aku ngajinya dari kakeknya kakek aku, kakeknya kakek aku ngajinya dari kakeknya kakek-kakek aku, dan seterusnya, kek kamu nuding-nuding aku kek wahabilah, kek syiahlah, yang penting bukan kek kucing garong. Continue reading Mau dibilang Syiah kek, Sunni kek, Wahabi kek, Liberal kek, Lantas Kamu Sendiri Apa Yah?

TAULADAN RASULULLAH SAW YANG DI-TAU-LADANGI

Saidna Zulfiqar Bin Tahir. Secara pribadi, dalam menyikapi masalah yang menghangatkan rimba persilatan media di tanah air akhir-akhir ini, sejak tudingan penistaan Al-Quran oleh Gubernur DKI hingga terjadinya demonstrasi 4 November 2016 merupakan premature action yang mengabaikan beberapa aspek agamis dan fungsi aparatur. Mengingat kasus ini sementara diproses oleh pihak berwajib maka percayakanlah masalah itu kepada mereka (tidak perlu mengimpotensikan fungsi mereka).  Di lain pihak, saya berharap para Ustadz/Ulama/Kiyai sebagai panutan yang dapat menenangkan, menyejukkan, dan memotivasi ummat justru malah mengeruhkan suasana dan ada pula yang diam menonton. Continue reading TAULADAN RASULULLAH SAW YANG DI-TAU-LADANGI

MAULID DAN NATAL

Saidna Zulfiqar Bin Tahir. Secara pribadi, untuk menyikapi perayaan Maulid Rasulullah (yang katanya bid’ah) dan sebatas mengucapkan selamat Natal dan tahun baru, saya lebih memilih hadis-hadis yang menerangkan bahwa Allah swt telah mendiamkan beberapa hal sebagai tanda kasihNya, bukan karena Ia lupa, maka janganlah diperdebatkan, apalagi menggunakan hak prerogatif/das vorrecht nya Allah. Padahal Nabi sendiri pernah ditegur lantaran mengharamkan madu (ياايهاالنبي لما تحرم مااحل الله لكم). Itulah bagian dari hal-hal yang didiamkan Allah sebagai tanda kasihNya yang tidak perlu diobok-obok. Continue reading MAULID DAN NATAL

CULVA LATA/LEVIS TRAGEDI MINA

Saidna Zulfiqar Bin Tahir. Secara hukum, kesalahan (Schuld) terbagi dua: kesalahan disengaja (dolus) dan kesalahan tidak disengaja/lalai (culva) – mudah-mudahan tidak salah ingat dengan penjelasan dosen ilmu hukumku dahulu-. Kesalahan yang tidak disengaja karena lalai haruslah diberi hukuman yang lebih berat dibanding orang yang berbuat kesalahan secara sengaja. Continue reading CULVA LATA/LEVIS TRAGEDI MINA

BERKORBANLAH DENGAN SEEKOR FERARI

Saidna Zulfiqar Bin Tahir. Idul Qurban semakin dekat, sedekat pemaknaannya dengan Tadhhiyah, selantang para amil bertausiyah, seredup pengamalannya dari syariah, berharap hewan untuk disembelih, dapatnya sumbangan sukarela berjamaah. Buntut-buntutnya buntut sapi itu harus diumumkan melalui toah. Mungkin makna Qurban dalam perspektif masyarakat modern telah mengalami penyempitan arti sebatas penyembelihan hewan dan telah menjelmakannya sebagai sumbangan suka-rera mirip asian carera yang kudu dipromosikan melalui toa-toa mesjid dan media elektronik lainnya. Hakekat pengorbanan untuk mendekatkan diri kepada Sang Khalik telah ditepis dan dikeruk oleh kepentingan maupun pencitraan. Alhasil, Idul Qurban menjadi ajang perebutan electability. Continue reading BERKORBANLAH DENGAN SEEKOR FERARI

KEBAIKAN YANG TERLUPAKAN

Saidna Zulfiqar Bin Tahir. Terkadang Anda merasa telah banyak berbuat kebaikan atau telah banyak membantu orang lain. Namun semua itu hilang seketika akibat ketidaksengajaan Anda dalam berbuat suatu kesalahan sehingga dicap sebagai orang yang tidak baik. Semua itu akan membuat Anda merasa unfairnya kehidupan dan sikap orang-orang di sekitar terhadap apa yang telah Anda perbuat selama ini bagi mereka dan Andapun akan merasa sebagai pahlawan kesiangan yang kehilangan baret dan atribut (from hero to zero). Tetapi, Anda tak perlu bersedih, kecewa dan berkecil hati, karena semua itu hanyalah sebatas perasaan Anda saja. Continue reading KEBAIKAN YANG TERLUPAKAN

SENI MEMADAMKAN NERAKA

Saidna Zulfiqar Bin tahir. “Jika saya masuk neraka (penghuni neraka), emangnya masalah buat elo?” Jawaban singkat saya buat seorang kawan yang ngakunya provokator surga yang alhamdulillah telah mengajak saya berfikir dan bertanya pada diri sendiri, mengapa para ustadz/ustadzah itu gigih membakar panji-panji surgawi dengan berbagai metode dan strategi untuk membuat orang melayang seakan telah berada di surga bersertifikat notaris ustad bla bla bla, tetapi tidak membekali mereka dengan sertifikat seni memadamkan api neraka. Dengan kata lain, tujuan mereka membakar surga, namun tanpa disadari, mereka telah menyiram bensin yang akan lebih menyalakan kobaran neraka. Continue reading SENI MEMADAMKAN NERAKA