Category Archives: Ocehan

BUKAN PENISTA AGAMA

Seorang kawan mengkopas sebuah tulisan berjudul ‘Penista Agama’ ke group WA yang seluruh anggotanya adalah orang Sulawesi dan saat itu sedang terjadi saling mengomentari menggunakan dialek Makassar. Sontak saya merasa geli-geli lucu dan memulai canda, dimana kelemahanta? dimana aibta? dimana harga dirita? kenapa ada penista? bulum juga divonis oleh pengadilan sebagai penista, mengapa Anda lebih dahulu memvonis seseorang. Ibarat saya baru saja bercerita tentang merek celana dalam, tapi pikiran dan perbuatan Anda sudah berada jaaaauh di balik isi celana dalam itu. Continue reading BUKAN PENISTA AGAMA

AHOK PASTI MENANG?

Kemenangan itu kekalahan yang tertunda dan kekalahan itu adalah kemenangan yang juga tertunda. Kemenangan menurut kamus Merriam-Webster adalah “One that is successful especially through praiseworthy ability and hardwork”, yaitu orang yang sukses khususnya melalui kemampuan atau cara terpuji dan kerja keras. Menurut kamus Collins:”Situations are the people who have benefited from it and are in a better position than they previously were because of it”, situasi dimana seseorang itu memperoleh manfaat dan berada dalam posisi yang lebih baik dari sebelumnya. Sedangkan menurut Zig Ziglar,”Having the kind of faith that lets him know where to turn when there seems to be no place to turn” orang yang memiliki keyakinan dan membuatnya tau kemana harus berada ketika tak ada lagi tempat baginya. Continue reading AHOK PASTI MENANG?

Ahok + A-Hoax = Bugilisasi

Bangsa ini sedang dilanda Hoax bandang, indubitable bahwa kasus Ahok-lah yang telah memboomingkan istilah Hoax di Indonesia tanpa harus berpanjang-lebar akan asal kata maupun sejarah kemunculannya. Kasus ini pula telah berkontribusi bagi lidah masyarakat Indonesia dalam mengkonsumsi ucapan maupun berita Hoax sehari-hari melalui media cetak/elektronik maupun media umum di café, kantin, rumah makan, dst. Melalui kasus ini pula, bangsa ini kian tergiring menikmati tontonan perilaku nudisasi (bugilisasi) birokrasi dan politik. Continue reading Ahok + A-Hoax = Bugilisasi

EMANGNYA ADA UNDANG-UNDANG KEBEBASAN MEMFITNAH?

Saidna Zulfiqar Bin Tahir. Sebagai seorang yang lugu tentang hukum, saya merasa aneh jika ada orang yang expert dalam bidang hukum ataupun pemerintahan menyuarakan pencabutan undang-undang yang dapat mempidanakan kritik atau juga perlindungan terhadap kebebasan berekspresi dan kritikan pedas terhadap pasal penghinaan presiden. Pasalnya sih sederhana, mereka mengesampingkan pasal yang lain, termasuk menghilangkan pendidikan moral pancasila (PMP), moral agama, dan nilai-nilai luhur yang hidup dalam masyarakat. Continue reading EMANGNYA ADA UNDANG-UNDANG KEBEBASAN MEMFITNAH?

Mau dibilang Syiah kek, Sunni kek, Wahabi kek, Liberal kek, Lantas Kamu Sendiri Apa Yah?

Saidna Zulfiqar Bin Tahir. Mengapa yah? Belakangan ini kita semakin ditarik mandor ke belakang gawang. Sedikit-sedikit si Anu menuding si Ani syiah, si Ani menuding si Ina wahabi, si Ina menuding si Ono liberal. Untungnya si Ono cuman menjawab dan malas menuding, Alhamdulillah, gini-gini aku ono agama dan kepercayaan loh! dibanding sampean yang sekedar dahar or mangan taklidan buta. Gini-gini aku ngaji loh dari kakek aku, kakek aku ngajinya dari kakeknya kakek aku, kakeknya kakek aku ngajinya dari kakeknya kakek-kakek aku, dan seterusnya, kek kamu nuding-nuding aku kek wahabilah, kek syiahlah, yang penting bukan kek kucing garong. Continue reading Mau dibilang Syiah kek, Sunni kek, Wahabi kek, Liberal kek, Lantas Kamu Sendiri Apa Yah?

Andai Kamu Benar, Belum Tentu Saya Salah

Saidna Zulfiqar Bin Tahir. Kebenaran, Keadilan, dan nilai itu ibarat dua sisi mata uang tak terpisahkan yang memiliki nilai tersembunyi di balik dua sisi tersebut, walaupun kedua sisi itu diobok-obok dan dikoyak-koyakkan, tetap saja uang itu masih memiliki nilai, sehingga untuk melihat kebenaran suatu phenomena atau kasus pun sangat perlu untuk melihatnya secara menyeluruh sebelum menjudge agar kebenaran itu benar-benar adil dan memiliki value. Continue reading Andai Kamu Benar, Belum Tentu Saya Salah

TAULADAN RASULULLAH SAW YANG DI-TAU-LADANGI

Saidna Zulfiqar Bin Tahir. Secara pribadi, dalam menyikapi masalah yang menghangatkan rimba persilatan media di tanah air akhir-akhir ini, sejak tudingan penistaan Al-Quran oleh Gubernur DKI hingga terjadinya demonstrasi 4 November 2016 merupakan premature action yang mengabaikan beberapa aspek agamis dan fungsi aparatur. Mengingat kasus ini sementara diproses oleh pihak berwajib maka percayakanlah masalah itu kepada mereka (tidak perlu mengimpotensikan fungsi mereka).  Di lain pihak, saya berharap para Ustadz/Ulama/Kiyai sebagai panutan yang dapat menenangkan, menyejukkan, dan memotivasi ummat justru malah mengeruhkan suasana dan ada pula yang diam menonton. Continue reading TAULADAN RASULULLAH SAW YANG DI-TAU-LADANGI

MADZHAB GANG MOTOR

Saidna Zulfiqar Bin Tahir. Kondisi beragama saat ini di Indonesia semakin marak layaknya Gang Motor. Ada yang menamakan diri mereka gang vespa, ada juga yang nyaman dengan moge (motor gede) sebagai mode dalam penampilan, dan sebagainya dengan ikatan kebersamaan dan persatuan menunjukkan group identity mereka, namun kadang melupakan general identity. Begitupun mungkin dalam beragama di era global ini yang penuh dengan aneka pilihan kendaraan sebagai sarana mencapai tujuan, namun terkadang lebih menonjolkan madzhab identity dibanding Islam identity secara general. Continue reading MADZHAB GANG MOTOR

GENERASI DAN: PENANGGULANGAN BENCANA UMMAT

Saidna Zulfiqar Bin Tahir. Beberapa pakar, termasuk Debra Patricia telah mengelompokkan generasi bersdasarkan umur tertentu menjadi genersi Baby Boomers (1946-1964), generasi X (1965-1979), generasi Y (1980-1995), generasi Z (1996-2010), dan Digital Baby (2011-). Namun hal yang mungkin terluputkan adalah sebagian kecil kelompok dari generasi itu tidak dapat digeneralisasikan terhadap populasi generasi di atas, karena masih ada kelompok kecil yang tidak terepresentatifkan, yang kemudian saya menamakannya dengan kelompok ‘Generasi DAN’. Continue reading GENERASI DAN: PENANGGULANGAN BENCANA UMMAT